Gus Yahya Tegaskan Tetap Komitmen Jalankan Amanah NU Hingga 2026

Nasional, Warta94 Dilihat

Annahdlah.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari jabatannya, di tengah dinamika internal dan beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang meminta dirinya mengundurkan diri.

Rois Aam dan Syuriyah PBNU memberi kesempatan paling lambat akhir pekan lalu Gus Yahya harus mundur, jika tidak maka akan diberhentikan dari jabatan Ketua Umum PBNU. Namun, sebaliknya ultimatum itu  dianggap oleh Gus Yahya tidaklah mendasar sarat muatan politis jelang Muktamar 2027.

Gus Yahya menyatakan bahwa amanah yang diterimanya dari Muktamar ke-34 di Lampung berlaku untuk masa jabatan lima tahun penuh, yang akan berakhir pada tahun 2026.

“Saya sama sekali tidak tebersit pikiran untuk mundur karena saya mendapatkan amanat dari muktamar itu lima tahun,” ujar Gus Yahya kepada wartawan di Surabaya, Ahad (23/11/2025).

Pernyataan ini muncul menyusul beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada 20 November 2025, yang meminta Gus Yahya untuk mundur dalam waktu tiga hari.

Menanggapi hal ini, Gus Yahya menyebut keputusan tersebut bersifat sepihak dan menegaskan bahwa Rapat Harian Syuriyah tidak berwenang memberhentikan Ketua Umum PBNU.

Dalam pertemuan dengan sejumlah alim ulama dan perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia, dukungan terhadap Gus Yahya pun menguat. Para PWNU sepakat bahwa Gus Yahya tidak perlu mundur dan harus menuntaskan amanah organisasinya.

Gus Yahya menekankan bahwa tanggung jawabnya saat ini adalah memastikan organisasi NU tetap kokoh dan mencari jalan keluar terbaik demi kemaslahatan bersama. Ia juga telah menjalin komunikasi dengan jajaran Syuriyah dan berharap proses rekonsiliasi internal dapat segera terwujud.

“NU ini rumah besar. Tanggung jawab saya adalah memastikan rumah ini tetap kokoh,” pungkasnya.

Dengan sikap tegas ini, Gus Yahya menunjukkan komitmen penuhnya untuk menjalankan mandat Muktamar dan mendorong konsolidasi NU yang maslahat di tengah berbagai isu dan tuduhan yang menerpanya.

 

Pewarta: Alif
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *