Banjir dan Longsor Hantam Sumatera Utara, Sumatera Barat

Nasional, Warta270 Dilihat

Annahdlah.com – Bencana hidrometeorologi parah berupa banjir dan tanah longsor telah melanda beberapa provinsi di Pulau Sumatera, terutama Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan puluhan korban jiwa, banyak warga mengungsi, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Di Sumatera Utara, bencana yang terjadi sejak awal pekan ini telah merenggut sedikitnya 34 korban jiwa, dengan 52 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data dari Polda Sumut mencatat lebih dari 221 kejadian bencana di 12 kabupaten/kota, termasuk tanah longsor (119 kejadian) dan banjir (90 kejadian).

Daerah yang paling parah terdampak meliputi Tapanuli Selatan (Tapsel), Karo, Deli Serdang, Padang Lawas, dan Tapanuli Tengah. Di Tapanuli Tengah, empat orang dari satu keluarga dilaporkan tewas akibat tertimbun material longsor. Hujan deras yang terus menerus menjadi pemicu utama bencana ini, yang juga menyebabkan 1.168 warga mengungsi dan 88 orang mengalami luka-luka.

Sumatera Barat juga menghadapi bencana serupa, dengan laporan sedikitnya 12 korban tewas dan sekitar 12 ribu orang terdampak. Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di berbagai lokasi, termasuk Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Akses jalan utama juga terputus. Jalan Lintas Sumatera Barat menuju Riau dan Sumatera Utara lumpuh total akibat luapan aliran Sungai Batang Anai di Padang Pariaman.

Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah memanggil menteri terkait untuk membahas penanganan bencana ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban yang hilang di kedua provinsi tersebut.

Bencana ini menimbulkan dampak luas, termasuk rusaknya pemukiman, lahan pertanian, terputusnya akses transportasi, serta krisis air bersih di daerah terdampak. Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini dari BPBA Aceh atau BNPB serta mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 

Pewarta: Alif
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *