Memasuki 1 Rajab 1447 Hijriah, Umat Islam Dianjurkan Tingkatkan Ibadah dan Persiapan Menuju Ramadan

Risalah96 Dilihat

Annahdlah.com – Umat Islam memasuki 1 Rajab 1447 Hijriah, salah satu bulan yang memiliki keutamaan khusus dalam kalender Islam. Bulan Rajab termasuk dalam empat bulan haram (bulan mulia) yang dimuliakan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan memperbanyak amal kebaikan karena nilai dosanya lebih besar dan pahala kebaikannya dilipatgandakan.

Rajab, Bulan Mulia dan Awal Persiapan Spiritual. Rajab dikenal sebagai bulan pembuka menuju Ramadan, diikuti bulan Sya’ban dan Ramadan. Para ulama menyebut Rajab sebagai bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadan bulan memanen amal.

Selain itu, salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, juga terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya shalat sebagai tiang agama.

Tidak terdapat ibadah wajib khusus yang hanya ditetapkan untuk bulan Rajab. Namun, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan yang secara umum disyariatkan, antara lain:

  1. Melaksanakan Puasa Sunnah Rajab

Puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa sunnah lainnya, dianjurkan sebagai latihan dan persiapan fisik serta spiritual menjelang Ramadan.

Puasa sunah dapat dimulai pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Niat puasa Rajab adalah:

Niat: Nawaitu shauma rajaba sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa Rajab, sunah karena Allah Ta’ala.”

  1. Memperbanyak Dzikir, Istighfar dan Taubat

Bulan Rajab menjadi momentum memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Gunakan waktu setelah Magrib hingga waktu subuh untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, karena malam 1 Rajab termasuk dalam lima malam utama terkabulnya doa.

Membaca Dzikir Khusus 10 Hari Pertama

Selama tanggal 1 hingga 10 Rajab (dimulai malam ini atau esok hari), umat Muslim dianjurkan membaca tasbih sebanyak 100 kali:

Bacaan: Subhaanallaahil hayyul qayyuum.
Artinya: “Maha Suci Allah yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.”

  1. Meningkatkan Shalat Sunnah

Selain menjaga shalat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalat sunnah seperti shalat rawatib, dhuha, dan tahajud.

  1. Membaca Al-Qur’an

Membiasakan membaca Al-Qur’an sejak Rajab akan membantu membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sebelum memasuki bulan Ramadan.

  1. Memperbanyak Doa dan Shalawat

Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai amalan ringan namun berpahala besar.

Doa yang sering dibaca para ulama di bulan Rajab adalah:

“Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya’bān, wa ballighnā Ramadhān.”
(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan).

Dengan datangnya 1 Rajab 1447 Hijriah, umat Islam diharapkan menjadikan bulan ini sebagai momentum perbaikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini