Bagian Pertama
Annahdlah.com – Har ini tanggal 18 Agustus 2026, dimana bangsa Indonesia masih dalam suasana hiruk-pikuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, masyarakat Gorontalo pada momentum yang sama, memperingati dan mengenang 40 hari berpulangnya Dr. (HC) Hi. Rachmat Gobel, tokoh Gorontalo yang tidak hanya dikenang sebagai pengusaha level nasional kebanggaan Gorontalo, tapi juga sosok yang sebagian besar hidupnya telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan segala sumber daya yang dimilikinya untuk kemajuan Gorontalo.
Doa arwah 40 hari dalam tataran tradisi masyarakat Gorontalo, bukan sekadar momentum untuk bermunajat kepada sosok teman, sahabat, kerabat tercinta yang telah mendahului menghadap sang Maha Pencipta, tapi lebih dari itu, doa arwah 40 hari adalah momentum untuk mengenang kebaikan-kebaikan almarhum semasa hidupnya, kemudian menjaga dan membina harmoni dan silaturahmi antar teman, sahabat serta keluarga almarhum. Yang terpenting lagi, adalah mewarisi dan melanjutkan kebaikan-kebaikannya, dedikasi dan perjuangannya sebagai bukti cinta dan kerinduan yang mendalam terhadap almarhum.
Dalam konteks ini. peringatan doa arwah 40 hari almarhum yang bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan yang identik dengan jiwa kepahlawanan dan patriotisme, tidak cukup hanya dipandang dan dimaknai sebagai suatu kebetulan, tapi menjadi sebuah isyarat dan gerakan Tuhan, bahwa almarhum Rachmat Gobel, sejatinya adalah sosok patriot rakyat yang diakui eksistensi perjuangannya oleh negara untuk bangsa ini.
Apalagi, beliau adalah tokoh nasional yang pernah menerima tanda kehormatan “Bintang Mahaputera Adipradana” dari Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2024 lalu. Yakni sebuah penghargaan negara kepada para tokoh nasional yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara. Atas anugerah dan penghargaan itulah, almarhum berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Kalibata Jakarta, satu deretan dengan pusara para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran dan nyawanya untuk bangsa ini.
Oleh karena itulah, bagi masyarakat Gorontalo, almarhum Rachmat Gobel, tidak cukup hanya dikenang sebagai sosok yang berjasa dan memiliki semangat yang tinggi untuk membangun dan memajukan Gorontalo, tapi juga seorang patriot dan pejuang yang saat ini dan ke depan akan menjadi tokoh inspiratif yang mewariskan spirit perjuangan bagi kemajuan dan masa depan Gorontalo.
Itulah substansi tulisan ini, yakni hendak menggalang semangat dan komitmen kita untuk mewarisi, melanjutkan dan meneruskan spirit perjuangan almarhum Rachmat Gobel untuk memajukan Gorontalo. Hal itu penting, karena sebagian besar hidupnya telah didedikasikan untuk Gorontalo. Begitu banyak ide, gagasan, pemikiran-pemikiran konstruktif dan cita-cita almarhum yang patut menjadi spirit pergerakan dan perjuangan dalam rangka membangun masa depan Gorontalo yang lebih baik.
Almarhum Rachmat Gobel yang berpulang tepat pada hari Jum’at yang dalam perspektif Islam sebagai hari yang mulia dan disebut sebagai “Sayiddul ayyam”, artinya penghulu atau pemimpin hari-hari lainnya pada tanggal 10 Juli 2026 lalu, tidak hanya dikenang sebagai kepergian dan kepulangan almarhum yang begitu mulia dengan predikat Husnul Khatimah, tapi yang terpenting adalah segala bentuk ide, gagasan, cita-cita dan pemikiran-pemikiran konstruktifnya untuk Gorontalo, tidak akan pernah mati, melainkan terus hidup, membimbing dan memimpin generasi Gorontalo.
Tidak hanya itu saja, segala bentuk sikap tindakan dan jiwa entrepreneurship dalam dunia bisnis yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Kemudian kiprah politik almarhum yang begitu elegan dan terhormat selama ini, juga menjadi sisi lain yang tidak hanya menarik menjadi rujukan generasi Gorontalo, tapi juga banyak mengandung nilai-nilai edukasi, sebagai sumber pembelajaran, menjadi sumber teladan bagi siapapun yang ingin terjun ke dunia politik.
Menurut saya, paling tidak terdapat 4 dimensi keteladanan yang terpatri dari almarhum selama hidupnya yang menjadi sumber rujukan bagi generasi Gorontalo, yakni :
Pertama, jiwa entrepreneurship yang dibangun di atas fondasi nilai-nilai humanisme yang berbasis pada aspek kemanusiaan, mampu merawat dan menjaga amanah perusahaan yang sudah dirintis oleh kedua orang tuanya hingga tetap eksis dan mampu bertahan di era persaingan industri elektronik dan perdagangan global yang sangat kompetitif. Almarhum Rachmat Gobel mampu menjaga amanah itu, bahkan mampu meletakkan fondasi yang kokoh, berikut filosofi perusahaan yang bertumbuh yang elevan dengan perkembangan zaman, modern dan berkelanjutan bagi generasi sesudahnya.
Dalam dimensi ini, meski menahkodai perusahaan yang berskala nasional, bahkan internasional dengan aset triliunan Rupiah, namun Rachmat Gobel beserta keluarga tetap hidup sederhana, jauh dari kesan hidup glamour. Bahkan sebaliknya, memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kehidupan mereka yang belum beruntung. Dari sinilah keluhuran itu terpatri, yakni provit perusahaan yang bertumbuh, senantiasa berorientasi dan berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Boleh disebut, almarhum Rachmat Gobel semasa hidupnya menjadi pelopor terhadap perubahan paradigma dalam dunia bisnis yang dikenal dengan teori “Humane Entrepreneurship” atau kewirausahaan berbasis kemanusiaan atau Humanisme Entrepreneurship.
Almarhum mampu memanifestasikan teori berbisnis yang pernah dipopulerkan oleh Ki-Chan Kim bersama asosiasi global International Council for Small Business (ICSB) yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kesejahteraan karyawan, serta keberlanjutan sosial sebagai inti dari aktivitas bisnis. Konsep usaha dan bisnis model ini berpandangan, bahwa manusia (karyawan), mitra dan masyarakat bukan sebagai alat produksi sehingga menolak prinsip eksploitasi. Bahkan provit perusahaan yang bertumbuh secara terukur dipergunakan untuk mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar tumbuh bersama. Model berusaha seperti ini, mampu menjaga keseimbangan kerja dan hidup, menjaga harmoni dengan lingkungan dengan daya social responsibility yang tinggi. (BERSAMBUNG)







