(Annahdlah.com) – Dibawah kepemimpinan Rektor Dr. Roby Hunawa, S.IP.,M.Si, Universitas Gorontalo (UNIGO), berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya Gorontalo.
Dalam rangka mengaktualisasikan tekad tersebut, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) ini, menggagas terbentuknya Lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat Gorontalo. Ditunjuk dan dipercaya sebagai Ketua Suharlin Katili atau yang akrab disapa Pasisa Halimu dan Sekretaris Dr. Harun Djaini, S.Sos., M.Si.
Dalam kiprahnya ke depan, lembaga ini akan melibatkan tokoh akademisi sekaligus budayawan Gorontalo Dr. Alim Niode, Ketua KSBN Provinsi Gorontalo Dr. Alwaris Akili Nggole, MP, para praktisi adat, para tokoh pemerhati budaya dan elemen masyarakat lainnya yang menaruh kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya Gorontalo.
Untuk memantapkan program dan kiprahnya di masa mendatang, pihak YPDLP yang dipimpin Dr. Rolly Paramata, SE, MM, kembali melakukan pertemuan dengan Pengurus dan sejumlah tokoh adat Gorontalo yang berlangsung di Gedung G Kampus UNIGO di Limboto, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Rolly Paramata menjelaskan, keberadaan lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat di UNIGO, merupakan salah satu manifestasi dari semangat pengabdian kampus terhadap masyarakat dan daerah Gorontalo, khususnya dalam menggalakkan kegiatan kajian adat dan budaya Gorontalo, menjadikannya sebagai pusat studi, pusat data dan informasi bagi kegiatan riset maupun penelitian akademik yang terkait dengan khazanah kekayaan warisan budaya Gorontalo.

Oleh karena itu, keberadaanya nanti akan ditunjang dengan berbagai fasilitas, diantaranya perpustakaan, etalase budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian, alat musik tradisional dan instrumen adat lainnya yang benar-benar masih terjaga keasliannya hingga berbagai artefak budaya daerah.
Dengan begitu, Kampus UNIGO ke depan, tidak hanya fokus melahirkan generasi yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga ikut menjaga dan mengembangkan warisan budaya Gorontalo.
Meski demikian Rolly Paramata menekankan, keberadaan lembaga ini bersifat independen yang tidak akan bersinggungan dengan Lembaga Adat manapun maupun Dewan Adat yang sudah ada di Gorontalo.
Sementara itu Ketua Suharlin Katili, mengatakan apresiasinya kepada civitas akademika UNIGO yang telah menginisiasi terbentuknya Lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat Gorontalo.
Menurutnya, Laboratorium Adat merupakan terobosan yang baru pertama kali tercetus di Gorontalo dan diyakini keberadaannya dapat memberikan penguatan terhadap lahirnya semangat baru dalam pelestarian budaya Gorontalo.
Keberadaannya juga relevan dan strategis, mengingat begitu banyak aspek-aspek adat di Gorontalo yang masih penting untuk terus digali dan diangkat serta didudukkan secara proporsional sesuai dengan kaidah keasliannya.
Terutama yang terkait dengan berbagai ritual adat tertentu, gerakan dalam tarian tradisional, maupun peragaan adat beserta penggunaan pakaian adat dan simbol-simbol adat lainnya yang mulai terjadi pergeseran nilai yang terkadang tidak berkesesuaian lagi dengan prinsip-prinsip adat sebagaimana yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Laboratorium adat kelak akan menjadi tempat bertanya, menjadi tujuan bagi periset dan peneliti maupun sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar atau mengenal lebih dekat berbagai khazanah keilmuan tentang budaya Gorontalo” jelasnya.
Dengan demikian, keberadaannya diharapkan akan berkontribusi dalam menggalang semangat generasi muda untuk lebih mencintai, memaknai, dan menghayati nilai-nilai warisan leluhur Gorontalo yang teraplikasikan melalui ritual adat-istiadat, bahasa dan budaya Gorontalo.
Di tempat yang sama Dr. Harun Djaini, S.Sos, M.Si menambahkan, pembentukan lembaga ini merupakan bentuk keseriusan pihak Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a dalam mewujudkan UNIGO sebagai Kampus Budaya.
Tercetusnya lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat di UNIGO ungkap Harun Djaini lagi, merupakan tindak lanjut dari pencanangan UNIGO sebagai Kampus Mo’odelo yang secara konseptual memiliki cita-cita luhur untuk mewujudkan generasi Gorontalo yang unggul dan berkarakter. Yakni generasi Gorontalo yang tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga tidak akan pernah tercerabut dari akar budaya leluhurnya. (AM)








