Didampingi Gubernur Gusnar Ismail, Presiden Prabowo Resmikan KNMP di Gorontalo

Nasional, Warta18 Dilihat

Kota Gorontalo (An-Nahdlah.com) Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Gorontalo menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.

Dalam kunjungannya ke Gorontalo,  Presiden meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari program penguatan ekonomi maritim nasional.

Didampingi Gubernur Gusnar Ismail, Walikota Gorontalo Adhan Dambea, mantan Gubernur Fadel Muhammad dan sejumlah Kepala Daerah di Provinsi Gorontalo, peresmian KNMP disambut antusias warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.

Kehadiran Presiden dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan dan pengembangan sektor kelautan di daerah.

Dalam sambutannya di hadapan masyarakat dan para nelayan, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi laut yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan rakyat.

“Nelayan adalah pejuang pangan bangsa. Mereka menyediakan sumber protein bagi masyarakat Indonesia, sehingga negara wajib hadir untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, pemerintah akan menjalankan program pengembangan ekonomi berbasis kelautan atau yang disebut sebagai ekonomi laut biru. Program tersebut difokuskan pada peningkatan produktivitas nelayan, pembangunan infrastruktur kawasan pesisir, hingga penguatan sistem distribusi hasil laut.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Prabowo menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.386 kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, program tersebut ditargetkan terus berkembang dengan pembangunan sekitar seribu desa nelayan setiap tahun.

Tak hanya pembangunan kawasan, pemerintah juga menyiapkan bantuan armada tangkap bagi masyarakat nelayan. Sebanyak 1.582 kapal ikan direncanakan akan disalurkan kepada nelayan dan dikelola melalui sistem koperasi agar pemanfaatannya lebih terorganisir dan berkelanjutan.

“Kami ingin nelayan tidak hanya bekerja sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama melalui koperasi agar lebih kuat secara ekonomi,” katanya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas yang lebih layak dan modern.

Kunjungan Presiden di Gorontalo juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang berharap program tersebut mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan nelayan dan keluarga pesisir di daerah.

#Pewarta: Fajar Mohi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *