Inidikator Kinerja Pembangunan Cukup Pesat, Pemprov Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo 5,74 Persen

Daerah, Warta34 Dilihat

(Annahdlah.com) – Indikator Kinerja Pembangunan di Provinsi Gorontalo dalam kurun waktu tahun 2025-2026 terbilang cukup pesat. Berdasarkan hal itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2027 mendatang, diproyeksikan pada angka 5,74 persen, Meski demikian, Pemprov Gorontalo optimis capaian pertumbuhan ekonomi daerah ini berada pada range 6,3 hingga 6,7 persen pada tahun 2027. Optimisme tersebut tidak hanya berdasarkan hasil evaluasi terhadap indikator kinerja Pemerintah Provinsi tahun 2026 yang dinilai cukup pesat oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Keuangan RI, tapi juga, trend pertumbuhan ekonomi tahun 2026 triwulan 2 yang cukup bagus. Kemeneterian Dalam Negeri RI dan Kementerian Keuangan RI menilai, Pemerintah Provinsi Gorontalo layak menargetkan pertumbuhan ekonomi yang cukup optimistis pada tahun 2027 mendatang.

Hal itu terungkap dari Konferensi Pers yang dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekda Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, di Yiladia (Rumah Dinas) Jabatan Gubernur Gorontalo, Ahad (13/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail mengatakan, arah pembangunan tahun 2027 sangat penting diketahui oleh masyarakat, terutama yang terkait dengan Rancangan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2027 yang akan dipaparkan di hadapan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo yang digagendakan akan berlangsung pada Senin besok (14/9/2026).

Lebih lanjut Gubernur Gusnar Ismail, melalui Kepala Bappeda Dr. Wahyudin A. Katili, S.STP, MT  mengatakan, target pertumbuhan ekonomi Gorontalo  tahun 2026 berada pada angka 5,65 dan pada triwulan 2 tahun 2026 sudah berada pada 6,20. Berdasarkan hal itu, maka Pemerintah Provinsi Gorontalo cukup realistis dan optimis, menargetkan pertumbuhan ekonomi pada range angka 63-6,7 persen pada tahun 2027.

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2026 lebih banyak bersumber dari sektor pertanian di atas 30 persen dan sisanya bersumber dari sektor perdagangan dan UMKM. Hal itu juga dipengaruhi oleh keberhasilan  program hilirisasi yang sudah mulai bertumbuh terutama hilirisasi UMKM. Selain itu, angka Kemiskinan tahun 2026 yang ditargetkan 13,08, menurun menjadi 12,16 pada tahun 2026 triwulan 2. Berdasarkan hal itu, Pemrov Gorontalo menargetkan penurunan kemiskinan tahun 2027 kurang dari 11 persen. Khusus penurunan kemiskinan di Provinsi Gorontalo selama ini turun secara konsisten sejak tahun 2020. Demikian juga dengan kemiskinan ekstrim terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sementara pengangguran terbuka, dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2026, ditargetkan berada pada angka 3,01 sampai 3,26 persen, maka tahun 2026 triwulan 2 menurun menjadi 3,17 persen. Sementara tahun 2027 mendatang, pengangguran ditargetkan menurun hingga angka 2,90 persen. Demikian juga rasio gini Gorontalo terbilang cukup baik, indeks pembangunan juga cukup baik dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo juga cukup baik. Hal itu menunjukkan, bahwa  sektor pendidikan dan kesehatan di Provinsi Gorontalo mengalami kemajuan yang cukup baik hingga tahun 2026 ini.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo, Daniel Ibrahim menjelaskan, Pemerintah Provinsi Gorontalo pada tahun 2027 menetapkan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 473,039 milyar. Target sebesar itu bersumber dari 7 komponen pendapatan daerah yang meliputi : 1). Pendapatan dari Pajak Kenderaaan Bermotor sebesar Rp. 105,21 miliar. 2). Pajak Balik Nama Kenderaan Bermotor Rp. 81,70 miliar, 3) Pajak Bahan Bakar sebesar Rp. 113,94 miliar. 4). Pajak Air Permukaan sebesar Rp. 304.500.000.- 5). Pajak Retribusi Daerah Rp. 49,66 miliar, 6). Hasil Kekayaan yang dipisah Rp, 11 miliar dan PAD yang bersumber dari lain-lain yang syah sebesar Rp. 28. Miliar.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Keuagan dan Aset Daerah, Sukril Gobel dalam pemaparannya menjelaskan, RAPBD tahun 2027 diproyeksikan berada pada angka Rp. 1,271 Trilyun. Hal itu merujuk pada APBD Gorontalo dalam 3 tahun terakhir ini yang rata-rata mengalami penurunan dari 1,9 trilyun menjadi Rp. 1,28 Trilyun. Penurunan tersebut disebabkan oleh program efisiensi anggaran dan program-program nasional yang membutuhkan anggaran..(RA)

Pewarta : Rifal Amana

Editor : Ali Mobiliu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *