KAMMI Gorontalo: Pendidikan Bukan Sekadar Program, Tapi Amanah yang Harus Dijaga

Daerah, Warta34 Dilihat

Gorontalo (An-Nahdlah.com) – Aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gorontalo, diwarnai dengan nuansa kritik sekaligus refleksi moral. Massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Gorontalo turun ke jalan, Selasa (5/05/2026). Aksi damai tersebut dilakukan di 2 titik, yakni Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo dan simpang 5 Telaga.

Aksi ini tidak hanya membawa tuntutan kebijakan, tetapi juga pesan nilai keagamaan tentang pentingnya pendidikan sebagai amanah.

Setibanya di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kompleks Perkantoran Ayula Utara Kec. Bulango Selatan Kab. Bone Bolango, massa aksi yang diterima Sekretaris Dinas, Siti Maria Igirisa Lahidjun, menyampaikan aspirasi dengan menekankan,  bahwa pendidikan bukan sekadar program dan kebijakan negara, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual.

Koordinator lapangan, Ary Saputra, dalam orasinya menyebut kondisi pendidikan saat ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

“Dalam perspektif kita sebagai umat, pendidikan adalah jalan membentuk akhlak dan peradaban. Ketika pendidikan diabaikan, maka yang rusak bukan hanya sistem, tetapi masa depan generasi,” ujarnya.

Ia menyoroti masih banyaknya anak yang belum mendapatkan akses pendidikan, serta kondisi guru yang dinilai belum sejahtera. Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan nilai keadilan yang diajarkan dalam ajaran agama.

“Keadilan dalam pendidikan harus ditegakkan. Negara wajib hadir memastikan setiap anak mendapatkan haknya, dan guru dimuliakan sebagaimana perannya,” tegasnya.

Ketua KAMMI Gorontalo, Rifaldi Halang, turut menegaskan,  pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan.

“Pendidikan bukan hanya soal kebijakan, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Jika diabaikan, maka kita sedang lalai menjaga masa depan umat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti berbagai persoalan pendidikan di Gorontalo, mulai dari anak tidak sekolah, ketidakpastian status guru, hingga kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Menurutnya, aksi ini menjadi pengingat, bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan program, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

“Ini bukan sekadar angka, ini adalah amanah yang harus dijaga. Kita tidak boleh menutup mata,” tambahnya.

Mahasiswa berharap momentum Hardiknas dapat menjadi refleksi bersama agar kebijakan pendidikan benar-benar berpihak pada keadilan dan kemaslahatan masyarakat. “Jika pendidikan tidak dijaga dengan baik, maka kita bukan hanya kehilangan arah pembangunan, tetapi juga kehilangan nilai dalam membangun generasi,” tutup Rivaldi.*

Sementara itu,  Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Siti Maria Igirisa Lahidjun,  menyampaikan, pihaknya menghargai dan mengapresiasi peran mahasiswa sebagai pengingat dalam proses pengambilan kebijakan, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami mengapresiasi penyampaian aspirasi ini. Ini menjadi bagian dari kontrol dan pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan pendidikan,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus Pelaksana Harian (PLH)  Dinas Pendidikan, Roni R. Mamu, yang menyatakan bahwa seluruh masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa  akan ditindaklanjuti.

 

Pewarta: Fajar Mohi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *