Kasatpol PP Provinsi Gorontalo Taufik Sidiki, Radio HT Indra Keenam di Lapangan

Daerah, Warta150 Dilihat

Annahdlah.com – Aparatur dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Linmas dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Provinsi Gorontalo, mengikuti kegiatan Pembinaan Etika Komunikasi Dalam Pemanfaatan Radio HT (Handy Talkie) secara Efektif dan Profesional.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan alat komunikasi vital tersebut dalam mendukung tugas operasional di lapangan, sekaligus meningkatkan citra positif institusi di mata publik.

Hal pokok pembinaan yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip dasar komunikasi radio yang efektif, penggunaan bahasa yang jelas dan terstruktur, serta etika profesionalisme saat bertugas.

Kepala Satpol PP, Linmas dan Damkar Provinsi Gorontalo, Taufik El Hakim Sidiki dalam sambutan membuka kegiatan, sekaligus memberikan materi pembinaan sangat menekankan pentingnya kemampuan berkomunikasi yang etis dan profesional bagi seluruh jajarannya.

“Radio HT adalah indra keenam kita di lapangan. Komunikasi yang tidak efektif atau tidak etis dapat menyebabkan miskoordinasi fatal, terutama dalam situasi darurat seperti penanganan bencana atau penertiban umum,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembinaan ini diharapkan dapat menjadi pedoman moral dalam proses pertukaran pesan, memastikan setiap informasi disampaikan dengan sopan, akurat, dan bertanggung jawab.

Peserta Pembinaan Aparatur Satpol PP, Linmas dan Damkar Provinsi Gorontalo.
Peserta Pembinaan Pembinaan Etika Komunikasi Dalam Pemanfaatan Radio HT (Handy Talkie) secara Efektif dan Profesional Bagi Aparatur Satpol PP, Linmas dan Damkar Provinsi Gorontalo.

Para aparatur Satpol PP dan Damkar diberi pemahaman untuk menghindari penggunaan bahasa informal atau yang tidak relevan dengan konteks kerja, demi menjaga kerahasiaan dan profesionalisme informasi.

Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintahan Provinsi Gorontalo untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur di lapangan.

Dalam pembinaan tersebut juga diarahkan teknik dasar seperti jarak bicara yang ideal dari mulut ke HT, penggunaan tombol PTT (Push-to-Talk) secara tepat waktu, dan tata cara pelaporan yang berurutan sesuai hierarki dan urgensi berita.

“Dengan bekal etika komunikasi yang kuat, diharapkan aparatur Satpol PP, Linmas dan Damkar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka, yaitu memelihara ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, secara lebih optimal dan humanis,” ujarnya.

 

Pewarta: Yusran
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *