Annahdlah.com – Indonesia berduka atas kepergian Hj. Rugaiya Usman Wiranto, istri dari Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan.
Rugaiya Usman wafat pada Ahad, 16 November 2025 M, tapatnya 25 Jumadil Ula 1447 H, di Bandung, Jawa Barat, setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.
Kepergiannya meninggalkan kisah mendalam tentang keteguhan, kesetiaan, dan peran sentral seorang pendamping di balik layar karier militer dan politik suaminya yang gemilang.
Dikenal dengan sapaan akrab Ibu Uga atau Tante Uga (bagi warga Gorontalo), Rugaiya adalah pendamping setia Wiranto sejak masa muda. Hubungan mereka yang terjalin sejak SMA berlanjut ke jenjang pernikahan yang telah mencapai usia emas (50 tahun) tak lama sebelum ia berpulang.
Selama puluhan tahun, Rugaiya mendampingi suaminya melalui berbagai fase kehidupan, dari perwira muda hingga mencapai puncak karier sebagai Panglima ABRI/TNI dan menduduki berbagai jabatan menteri di pemerintahan.
Publik figur Rugaiya Usman Wiranto, istri dari Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dikenang sebagai sosok istri sholeha, pendamping yang setia, tabah, dan penuh dedikasi, baik untuk keluarga maupun masyarakat.
Sebagai istri prajurit dan pejabat tinggi, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kewanitaan. Sosok Istri yang menjadi sumber kekuatan utama bagi Wiranto, terutama saat menghadapi masa-masa penuh tantangan dan gejolak politik.
Kehadirannya yang jarang tersorot media, namun memiliki peran sentral dalam mendukung karier panjang suaminya, menorehkan cerita mendalam tentang keteguhan hati seorang istri prajurit.
Di ranah keluarga, ia dikenal sebagai ibu yang berdedikasi membesarkan anak-anaknya di tengah kesibukan sang jenderal. Pasangan ini dikaruniai beberapa anak yang menempuh jalan hidup beragam, termasuk salah satunya yang mendalami pendidikan di pesantren di Afrika.
Kisah hidup keluarga Wiranto dan Rugaiya, termasuk tragedi beruntun yang menimpa beberapa anggota keluarga mereka di masa lalu, turut membentuk citra Rugaiya sebagai sosok yang tabah dan tegar dalam menghadapi cobaan hidup.
Rugaiya Usman disapa “Tante Uga” sangatlah berarti dan terpatri bagi warga Gorontalo, diantara bentuk kepeduliannya di daerah kelahirannya adalah bidang pendidikan dan sosial.
Beliau mendirikan Sekolah Wirabhakti Gorontalo, dengan harapan besarnya akan melahirkan generasi terpelajar dari Gorontalo bisa membawa nama harum agama, bangsa dan negara tercinta Indonesia.
Dalam membangun usaha bisnis beliau menjabat Komisaris Utama PT Gorontalo Wisata Mandiri, perusahaan pemilik Grand Q Hotel Gorontalo, berada di pusat ibu kota Gorontalo.
Rugaiya Usman meninggal dunia pada usia 78 tahun. Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka di Kompleks PATI-AD Bambu Apus, Jakarta Timur, sebelum diterbangkan ke Solo pada Senin pagi (17/11/2025).
Jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah tempat peristirahatan terakhir yang dipilih oleh keluarga.
“Allahummaghfir-laahaa warhamhaa wa’afihaa wa’fu ‘anhaa”
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia”.
Pewarta: Alif
Editor: Redaksi










