Annahdlah.com – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bone Bolango berkomitmen mendongkrak kualitas tata kelola kompetisi dan pembinaan atlet usia dini di wilayahnya.
Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan agenda Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hubulo, Kelurahan Tapa, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Agenda strategis yang dihadiri oleh puluhan utusan dari berbagai perguruan pencak silat ini, dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2026, yang dibuka langsung secara resmi oleh Ketua Umum IPSI Kabupaten Bone Bolango, Dr. Darwin Botutihe.
Dalam sanbutan pembukaannya, Darwin Botutihe menegaskan bahwa pembenahan kualitas kompetisi lokal harus dimulai dari peningkatan kompetisi para pengadil lapangan serta perumus taktik.
Menurutnya, wasit dan juri yang berintegritas tinggi serta pelatih yang adaptif adalah pilar utama dalam melahirkan atlet daerah yang mampu menembus kancah nasional maupun internasional.
“Kita tidak bisa mengharapkan lahirnya atlet berprestasi tinggi jika perangkat pertandingan dan pelatih kita masih menggunakan pola lama. Lewat penataran ini, seluruh elemen diseragamkan pemahamannya mengenai regulasi kompetisi terbaru demi menciptakan ekosistem pencak silat yang jauh lebih profesional,” ujar Darwin.

Pemilihan Ponpes Hubulo sebagai lokasi karantina dan penataran bukan tanpa alasan. Lingkungan pesantren yang tenang dinilai sangat representatif untuk mendukung konsentrasi penuh para peserta dalam menyerap materi teori kepelatihan maupun praktik perwasitan.
Melalui program peningkatan kapasitas yang terukur ini, IPSI Bone Bolango menargetkan lahirnya gelombang baru sumber daya manusia yang siap diterjunkan dalam berbagai kalender kejuaraan daerah dan seleksi nasional di masa mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dewan Pembina IPSI Provinsi Gorontalo Halid Tangahu, para tokoh perguruan silat historis, nasional maupun lokal, dengan menghadirkan Narasumber Dedy Punu (Pelatih Nasional Madya), Fitra Pakaya )Wasit Juri Internasional).
Pewarta: Fajar
Editor: Redaksi











