Unik dan Khidmat, PKKMB UNU Gorontalo 2026 Ditutup dengan Tradisi Lailatul Ijtima’

Akademia, Warta40 Dilihat

Annahdlah.com – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo sukses menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026. Penutupan orientasi kampus ini berlangsung dengan nuansa berbeda, menggabungkan tradisi akademik dengan nilai spiritual keagamaan khas Nahdliyin melalui pelaksanaan tradisi Lailatul Ijtima’, di halaman Kampus UNUGO, Jumat 18/9/2026.

Acara penutupan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Rektor UNU Gorontalo, Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag, jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, para kiai sepuh, serta seluruh badan otonom (Banom) NU setempat. juga PSNU Wilayah, serta PSNU Pagar Nusa Padepokan UNUGO.

Dalam sambutannya, Rektor UNU Gorontalo Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag menyampaikan rasa bangga atas kelancaran seluruh rangkaian PKKMB 2026. Ia menegaskan bahwa mahasiswa baru UNU Gorontalo tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi insan yang unggul secara intelektual, tetapi juga harus kokoh secara spiritual berdasarkan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah.

“PKKMB tahun ini sengaja kita tutup dengan Lailatul Ijtima’ sebagai simbol komitmen kita bersama. Mahasiswa UNU Gorontalo harus menjadi agen perubahan yang cerdas secara akademik, namun tetap menjaga erat tradisi keislaman, menghormati para ulama, serta merawat persatuan bangsa,” ujar Prof. Lahaji di hadapan mahasiswa baru.

Suasana Penutupan PKKMB UNUGo dan Lailatul Ijtima. (Foto:humasunugo)
Suasana Penutupan PKKMB UNUGo dan Lailatul Ijtima. (Foto:humasunugo)

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tausyiah yang dibawakan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Gorontalo, Kiai Dr. Hamdan Ladiku, M.H.I. Dalam ceramahnya, Kiai Hamdan Ladiku menekankan pentingnya berkah dalam menuntut ilmu. Ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan kampus UNU Gorontalo sebagai ladang berkhidmat kepada masyarakat dan agama.

“Lailatul Ijtima’ berarti malam perkumpulan, di mana kita menyatukan hati, berzikir, dan tholabul ilmi. Menjadi mahasiswa NU adalah berkah, karena sanad keilmuan dan perjuangan kalian tersambung langsung dengan para wali dan pendiri Nahdlatul Ulama,” tutur Kiai Hamdan.

salahsatu mahasiswa baru menyatakan rasa kagumnya atas tradisi ini. “Awalnya saya mengira penutupan PKKMB hanya acara formalitas biasa. Namun, lewat Lailatul Ijtima’ ini, kami merasa sangat diterima dan dibimbing langsung oleh para guru dan kiai. Ini memberikan ketenangan tersendiri bagi kami yang baru memulai dunia perkuliahan,” ungkapnya penuh antusias.

Suasana penutupan semakin larut dalam kekhusyukan saat para kiai sepuh memimpin doa bersama demi keselamatan bangsa dan kesuksesan studi para mahasiswa baru. Kehadiran Banom NU, mulai dari GP Ansor, Fatayat, IPNU, hingga IPPNU, PMII, PSNU Pagar Nusa juga mempertegas ruang kolaborasi bagi mahasiswa baru untuk terus aktif berorganisasi selama menempuh perkuliahan di UNU Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *