Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Nasional, Warta62 Dilihat

Bagian Ketiga (Tamat)

 

Annahdlah.com – Dimensi Keempat, Mewariskan Karya Monumental dan Pemikiran Konstruktif untuk Gorontalo.  Sebagai orang yang pernah masuk dalam jajaran Pengurus LAMAHU Jakarta yang membidangi Pendidikan dan sempat berinteraksi dengan Bapak Rachmat Gobel sebagai ketua  di era tahun 1990-an, saya mengetahui betul bagaimana semangat, pemikiran dan idealisme almarhum untuk kemajuan Gorontalo.

Berbicara tentang ide, gagasan, program dan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat Gorontalo, almarhum Rachmat Gobel langsung tergerak untuk membantu. Mahasiswa di jakarta era tahun 1990-an, sudah pasti merasakan bagaimana uluran tangan almarhum dalam mendanai dan mensponsori berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Apalagi saat gerakan pembentukan Provinsi Gorontalo, almarhum tidak hanya membantu dan mensponsori kegiatan-kegiatan diskusi elemen mahasiswa dan pemuda, tapi juga memiliki andil yang besar dalam pendirian organisasi pertama pembentukan Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan nama Forum SIlatuhami Masyarakat Tomini Raya (FORSMATORA). Ketika itu  Rachmat Gobel dinobatkan sebagai Dewan Penasehat, Ketuanya Roem Cono dan Wakil Ketua saya sendiri, serta Sekretaris Ir. Halim Usman.  Dari organisasi inilah kemudian, lahir semangat yang tinggi dari seluruh elemen dalam sebuah gerakan mewujudkan terbentuknya Provinsi Gorontalo.

Intensitas perhatian almarhum terhadap Gorontalo mulai terlihat dengan sangat jelas setelah Provinsi Gorontalo terbentuk. Berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan bahkan organisasi yang bergerak di bidang usaha dan sosial kemasyarakatan, mendapatkan sentuhan bantuan dan support dari Rachmat Gobel. Termasuk yang paling penting dan krusial, adalah bantuan untuk tempat ibadah atau Masjid, mulai dari Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo, Masjid Baiturahman Kab. Gorontalo, Masjid Agung Baiturahmat Tilamuta di Kab. Boalemo dan mesjid Jami lainnya yang ada di wilayah kecamatan di Provinsi Gorontalo. Di bidang pengembangan adat dan budaya, almarhum Rachmat Gobel memiliki jasa besar dalam proses pembangunan Rumah Adat Dulohupa di Kota Gorontalo dan yang terbaru menurut informasi adalah Gedung Dewan Adat di jalan Jhon Ario Katili (Eks jalan Andalas( yang kini sudah berdiri megah

Di bidang sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan UMKM, almarhum Rachmat Gobel tidak hanya mewariskan  semangat keberpihakan kepada generasi Gorontalo, tapi juga meninggalkan jasa besar, yakni  telah mengangkat derajat ekonomi  ratusan bahkan ribuan para pelaku usaha UMKM. Seiring dengan hal itu, almarhum Rachmat Gobel mengambil inisiatif mewujudkan perluasan kawasan usaha melalui revitalisasi kawasan-kawasan strategi yang menjadi titik keramaian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Diantaranya melakukan penataan kawasan Danau Perintis dan menghadirkan replika Kapal Pinisi yang harganya milyaran rupiah dari kantong pribadi untuk mengundang minat para turis domestic dan mancanegara untuk menikmati panorama keindahan Danau Perintis.

Niat tulus dan gagasan almarhum itu dalam perkembangannya, terbukti mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar Danau Perintis dengan hadirnya para pedagang dan pelaku usaha. Menurut sumber informasi yang dapat dipercaya, setelah direvitalisasi atas inisiatif Rachmat Gobel, area Danau Perintis sudah mulai padat dikunjungi wisatawan, baik pada sore hari untuk menikmati senja matahari terbenam, maupun pada malam hari. Hal itu terjadi,karena berbagai fasilitas penunjang dan taman yang menarik dihadirkan plus  hiasan lampu yang warna-warni dengan pemandangan yang  artistik. Dampaknya adalah, pendapatan UMKM meningkat dari omzet harian semula hanya ratusan ribu, menjadi rata-rata Rp.1.5 juta per hari.

Tidak hanya itu saja, Revitalisasi Menara Pakaya di Limboto yang diinisiasi almarhum Rachmat Gobel telah membawa dampak peningkatan geliat ekonomi di Kab. Gorontalo. Ide dan gagasannya untuk memperindah Menara Pakaya kala itu, pertama kali tercetus dalam sebuah pertemuan di Jepang saat kami menghadiri kegiatan The 17th World Lake Conference (WLC17) atau Konferensi Danau Internasional yang diselenggarakan di Prefektur Ibaraki Jepang tahun 2018. Ketika di Jepang itu, beliau menyatakan keinginannya untuk menjadikan Menara Pakaya memiliki daya tarik yang memukau untuk masyarakat. Selaku Bupati Gorontalo waktu itu, tentu saya sangat menyambut baik dan mendukung ide dan gagasan brilian tersebut.  Tidak berapa lama setelah pertemuan di Jepang itu, beliau langsung merealisasikan ide dan gagasannya hingga Menara Pakaya, menjadi magnet baru di Gorontalo. Bahkan lebih dari itu, keindahan dan panorama malam Kota Limboto yang menakjubkan pada tahun 2021 silam, telah menjadi kenangan terindah bagi para peserta “Coconut Day” atau Hari Kelapa sedunia yang dipusatkan di Kab. Gorontalo kala itu yang dihadiri oleh peserta dari 20 negara-negara penghasil kelapa di dunia.

Tidak berhenti sampai di situ saja, pada tahun 2026 atau menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan ke-XVII yang dipusatkan di Kab. Gorontalo, Menara Pakaya Limboto kembali mendapatkan kucuran dana segar dari almarhum hingga Menara Pakaya  telah menjadi sebuah daya tarik yang mengesankan bagi puluhan ribu peserta Penas dari seluruh Indonesia. Dampak luasnya adalah kompleks Menara Pakaya menjadi pusat geliat ekonomi pelaku UMKM yang mendulang omzet harian yang selama ini mereka impikan.

Demikian juga dengan Pentadio Resort yang sebelumnya dianggap sebagai destinasi wisata yang biasa-biasa saja, akhirnya mendapat sentuhan kemurahan hati Rachmat Gobel melalui program revitalisasi dengan menghadirkan fasilitas penunjang yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung. Diantaranya menghadirkan replika “Kucing Raksasa” yang hadir untuk pertama kalinya di bumi Gorontalo. Sebuah ide dan terobosan yang mumpuni seorang Rachmat Gobel kendati dengan biaya yang tidak sedikit, demi mengangkat pamor Gorontalo di sektor pariwisata dan mengangkat derajat ekonomi masyarakat Gorontalo.

Semangat mengangkat pamor pariwisata dan perekonomian Gorontalo yang diwariskan almarhum Rachmat Gobel, adalah pelaksanaan Festival Balon Udara yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga David-Toni di Limboto pada tahun 2025 silam. Festival Balon Udara tersebut, merupakan acara wisata kreatif yang pertama kali diadakan di Gorontalo demi  mengangkat sektor pariwisata dan mendukung kebangkitan UMKM lokal di Gorontalo. Pada kegiatan yang menghadirkan  puluhan balon udara raksasa khas Wonosobo yang ditambatkan di lapangan terbuka, tidak hanya mengesankan dan memukau masyarakat, tapi juga merangsang daya inovasi para pelaku usaha untuk menghadirkan berbagai produk  kreatif yang menjadi lumbung pendapatan masyarakat.

Di Kabupaten Pohuwato, jejak pengabdian,  kemurahan hati serta semangat membangun Gorontalo yang diwariskan Rachmat Gobel, diantaranya pembangunan Mesjid Agung Baiturrahim di kompleks Perkantoran Blok Plan Marisa yang pembangunannya dimulai tahun 2006 serta  prakarsa penataan dan revitalisasi Bundaran Tugu Panua (ikon burung maleo di kawasan titik nol Blok Plan Marisa) untuk mempercantik wajah ibu kota kabupaten Pohuwato. Bahkan lebih dari itu, masyarakat suku Bajo di Torosiaje di wilayah paling ujung Provinsi Gorontalo, juga mendapat sentuhan perhatian Rachmat Gobel yang telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di pesisir Pohuwato itu.

Lain lagi, di Kab. Boalemo, jejak karya, dedikasi  dan sumbangsih Rachmat Gobel tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tapi juga perubahan mindset berpikir yang konstruktif bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam aspek ini, almarhum Rachmat Gobel berhasil melakukan terobosan dalam mentransformasikan  sektor pertanian, hilirisasi produk lokal, dan gerakan ekonomi hijau berkelanjutan.

Hal itu sangat jelas terlihat dari inovasi Pertanian dan Cokelat Otanaha yang dipelopori almarhum melalui gerakan pngembangan tanaman  Kakao atau coklat di Kab. Boalemo hingga ke kawasan Kab. Pohuwato. Paling tidak, dengan terobosan Rachmat Gobel kala itu, paradigma pertanian di Kab. Boalemo termasuk Pohuwato  yang selalu bergantung pada komoditi Jagung, menjadi sisi lain yang mengundang perspektif, bahwa almarhum semasa hidupnya, tidak hanya sosok pengusaha sukses  yang dermawan dan cinta negeri leluhurnya, tapi juga memiliki ide dan gagasan prospektif bagaimana mengangkat sektor pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Upayanya yang menginisiasi hilirisasi buah kakao dari kebun petani Boalemo menjadi produk olahan cokelat bermerek Otanaha yang sukses menembus pasar ekspor internasional hingga Jepang dan Prancis, menjadi bukti terhadap kepiawian almarhum dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. Yang menarik adalah, konsep manajemen yang diterapkan almarhum Rachmat Gobel dalam mengembangkan hilirisasi Kakao benar-benar terencana dan tersistematis. Yakni diawali dari upayanya yang mencanangkan  penanaman jutaan bibit kakao.

Sukses mengembangkan hilirisasi Kakao di Bolaemo termasuk Pohuwato, Rachmat Gobel juga   mencanangkan gerakan Ekonomi Hijau yang berwawasan lingkungan dengan menghadirkan terobosan penanaman sejuta Bambu Petung di lahan-lahan kritis, antara lain di Desa Kuala Lumpur, Huwongo, Polohungo, dan Kec. Paguyaman. Dari gerakan penanaman Bambu Petung ini, mengindikasikan bahwa almarhum Rachmat Gobel merupakan sosok visioner dengan konsep berpikir yang multidimensional. Ia sangat paham tentang arti pentingnya mitigasi emisi dan Iklim dengan menghadirkan Bambu Petung yang kelak tidak hanya berfungsi untuk  penyerapan karbon (CO2), penghijauan wilayah, serta penurunan suhu udara melalui pendekatan ekologis, tapi juga berdampak ekonomi bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Ide, gagasan dan pemikiran konstruktif Rachmat Gobel untuk Gorontalo, juga dapat dilihat dari semangatnya untuk mewujudkan program Revitalisasi Pembangunan Pelabuhan Anggrek di Kab. Gorontalo Utara sebagai pelabuhan perdagangan bertaraf internasional yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan dan Kawasan Industri Anggrek. Dalam setiap saat, Rachmat Gobel menyampaikan terobosan monumental dan visioner yang diharapkan mampu mengangkat perekonomian Gorontalo dan membebaskan daerah ini dari predikat 10 besar daerah termiskin di Indonesia dengan IPM yang juga masuk 10 besar terendah di Indonesia.

Pembangunan pelabuhan Anggrek yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus, menurut  Rachmat  Gobel, merupakan   bagian penting dari program  cetak biru “Visi 2051” untuk mentransformasi Gorontalo menjadi provinsi yang maju, mandiri, dan menekan angka kemiskinan. Dalam visinya, Pelabuhan Anggrek yang terintegrasi dengan KEK dapat  meningkatkan kapasitas dan fungsi pelabuhan agar bisa menjadi pusat jalur logistik serta ekspor-impor langsung dari Gorontalo.

Selain itu, integrasi KEK mampu menghubungkan kawasan pelabuhan dengan kawasan industri pangan dan agropolitan dalam rangka mengolah hasil bumi lokal. Dampaknya adalah, dapat menarik investasi dengan  nilai hingga mampu  t membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 100.000 tenaga kerja dalam jangka panjang.

Di Kota Gorontalo, jejak karya monumental yang diwariskan almarhum Rachmat Gobel adalah Revitalisasi Pasar Tradisional di wilayah Kota Gorontalo. Meski menjabat Menteri Perdagangan hanya kurang lebih setahun lamanya, namun semangat dan kepeduliannya untuk Gorontalo hingga hari ini masih dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat Gorontalo, diantaranya revitalisasi pasar Liluwo di Kota Gorontalo dan Pencangan Festival Pasar Murah di Kota Gorontalo.

Rachmat Gobel juga memiliki jasa besar dalam pengembangan Jagung di Gorontalo. Salah satunya dapat dilihat dari kiprahnya di Desa Tri Dharma Kec. Pulubala yang mencanangkan konsep budidaya Jagung yang berbasis teknologi pertanian modern. Termasuk di dalamnya, gerakan budidaya tanaman Kacang Tanah di Desa Tilihuwa Kec. Limboto yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Dari berbagai kiprah almarhum Rachmat Gobel untuk Gorontalo selama ini, satu hal yang pasti, bahwa Gorontalo mungkin butuh waktu puluhan, bahkan ratusan tahun untuk mendapatkan sosok tokoh nasional, namun masih menaruh kepedulian bagi negeri leluhurnya dengan berbagai pemikiran brilian tentang masa depan Gorontalo. Paling tidak, dalam kiprahnya selama ini, almarhum Rachmat Gobel memiliki dedikasi yang tinggi di sektor pertanian, UMKM, pengembangan adat/istiadat dan budaya serta industry Gorontalo.

Oleh karena itu sekali lagi, meski Rachmat Gobel telah tiada, namun semangatnya, keberpihakannya, kiprah, ide,gagasan dan pemikiran-pemikiran konstruktifnya untuk Gorontalo tidak boleh mati, melainkan harus tetap hidup dan wajib hukumnya untuk diwarisi dan terus dilanjutkan oleh generasi hari ini serta generasi Gorontalo yang akan datang.

Terakhir, saya menyampaikan permohonan maaf jika perspektif tentang kiprah almarhum Rachmat Gobel di Gorontalo selama ini, mungkin berbeda atau dirasa masih kurang dari yang semestinya. Paling tidak, dari tulisan ini, saya mencoba meneropongnya dari kacamata saya sebagai teman dan sahabat almarhum yang pernah berinteraksi untuk pembangunan Gorontalo. Meski saya tidak bisa hadir dalam doa arwah 40 hari almarhum, namun doa dan munajat agar segala amal ibadah dan kebaikan-kebaikan almarhum untuk Gorontalo mendapatkan ganjaran pahala yang menjadi asbab beliau dilapangkan alam kuburnya dan mendapatkan surgaNya  di Yaumil Akhir. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *