UNIGO Mengagas Berdirinya Lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat Gorontalo

Akademia145 Dilihat

(Annahdlah.com) – Dibawah kepemimpinan Rektor Dr. Roby Hunawa, S.IP.,M.Si, Universitas Gorontalo (UNIGO),  berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya Gorontalo. Dalam rangka mengaktualisasikan tekad tersebut, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) ini, menggagas  terbentuknya Lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat Gorontalo. Ditunjuk dan dipercaya sebagai Ketua Suharlin Katili atau yang akrab disapa Pasisa Halimu dan Sekretaris Dr. Harun Djaini, S.Sos., M.Si.

Dalam kiprahnya ke depan, lembaga ini akan melibatkan tokoh akademisi sekaligus budayawan Gorontalo Dr. Alim Niode, Ketua KSBN Provinsi Gorontalo Dr. Alwaris Akili Nggole, MP, para praktisi adat, para tokoh pemerhati budaya dan elemen masyarakat lainnya yang menaruh kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya Gorontalo.  Selain itu, kehadiran lembaga ini, merupakan tindak lanjut dari pencanangan UNIGO sebagai Kampus Budaya yang diharapkan akan menjadi pusat studi pengembangan dan pelestarian adat serta budaya Gorontalo.

Untuk memantapkan program dan kiprah lembaga ini di masa mendatang, pihak YPDLP yang dipimpin Dr. Rolly Paramata, SE, MM, kembali melakukan pertemuan dengan Pengurus dan sejumlah tokoh adat Gorontalo yang berlangsung di Gedung G Kampus UNIGO di Limboto, Jumat (25/9/2026). Pada kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Rolly Paramata menjelaskan, keberadaan lembaga Pelestarian Budaya Gorontalo di UNIGO, merupakan salah satu manifestasi dari semangat pengabdian kampus terhadap masyarakat dan daerah Gorontalo, khususnya  dalam menggalakkan berbagai kajian adat dan budaya Gorontalo, menjadikannya sebagai pusat studi, pusat data dan informasi bagi kegiatan riset maupun penelitian akademik yang terkait dengan khazanah kekayaan warisan budaya Gorontalo.

Foto : Sandy Koniyo

Oleh karena itu, keberadaan lembaga yang berada di bawah naungan langsung pihak YPDLP ini,  juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya  perpustakaan, etalase budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian, alat musik tradisional dan instrumen adat lainnya yang benar-benar masih terjaga keasliannya hingga berbagai artefak budaya daerah. Dengan begitu, Kampus UNIGO ke depan, tidak hanya fokus melahirkan generasi yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga ikut menjaga dan mengembangkan warisan budaya Gorontalo. Meski demikian Rolly Paramata menekankan, keberadaan lembaga ini bersifat independen yang tidak akan bersinggungan dengan Lembaga Adat manapun maupun Dewan Adat yang sudah ada di Gorontalo.

Sementara itu Ketua Suharlin Katili, pada kesempatan itu menjelaskan, kehadiran lembaga ini patut diapresiasi, karena kiprahnya ke depan dapat memberikan penguatan terhadap semangat pelestarian budaya Gorontalo. Hal itu kian penting dan strategis, mengingat saat ini tidak sedikit aspek-aspek adat di Gorontalo yang masih penting untuk digali dan diangkat serta didudukkan secara proporsional sesuai dengan kaidah keasliannya. Terutama yang terkait dengan berbagai ritual adat tertentu, gerakan dalam tarian tradisional, maupun peragaan adat beserta penggunaan pakaian adat dan simbol-simbol adat lainnya yang mulai terjadi pergeseran nilai yang terkadang dinilai tidak berkesesuaian lagi dengan prinsip-prinsip adat sebagaimana yang telah diwariskan oleh para leluhur. Selain itu, keberadaan lembaga ini juga, diharapkan akan berkontribusi dalam menggalang semangat generasi muda untuk mencintai, memaknai, dan menghayati nilai-nilai warisan leluhur Gorontalo yang teraplikasikan melalui ritual adat-istiadat, bahasa dan budaya Gorontalo.

Di tempat yang sama Dr. Harun Djaini, S.Sos, M.Si menambahkan, pembentukan lembaga ini merupakan bentuk keseriusan pihak Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a  dalam mewujudkan UNIGO sebagai Kampus Budaya. Tercetusnya lembaga Pelestarian Budaya dan Laboratorium Adat di UNIGO ungkap Harun Djaini lagi, merupakan tindak lanjut dari pencanangan UNIGO sebagai Kampus Mo’odelo yang secara konseptual memiliki cita-cita luhur untuk mewujudkan generasi Gorontalo yang unggul dan berkarakter, yakni generasi Gorontalo yang tidak akan pernah tercerabut dari akar budaya leluhurnya. (AM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *