Dorong Penguatan Karakter Berbasis Budaya, Dr. Alwaritz Nggole Terima Penghargaan dari Universitas Gorontalo

Akademia25 Dilihat

Annahdlah.com –  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Gorontalo, Dr. Alwaritz Nggole, M.P, menerima penghargaan dari Universitas Gorontalo (UNIGO), usai menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Karakter Mo’odelo Menuju Universitas Gorontalo Unggul 2045” yang berlangsung di Auditorium Kampus UNIGO, Senin (13/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran dan gagasan yang disampaikan Dr. Alwaritz dalam forum akademik yang membahas penguatan karakter mahasiswa melalui nilai-nilai budaya Gorontalo.

Dalam pemaparannya, Dr. Alwaritz menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, karakter yang berakar pada budaya lokal harus menjadi fondasi utama untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Karakter tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui nilai, kebiasaan, dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pendidikan,” ujar Dr. Alwaritz.

Ia menjelaskan, konsep Mo’odelo merupakan nilai yang mencerminkan etika, tanggung jawab, integritas, serta semangat kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gorontalo.

“Jika nilai-nilai ini terus diperkuat di lingkungan kampus, saya optimistis Universitas Gorontalo mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pihak Universitas Gorontalo menilai kehadiran para tokoh budaya dalam forum diskusi menjadi langkah penting untuk memperkaya perspektif akademik sekaligus memperkuat identitas lokal dalam pengembangan institusi menuju visi Universitas Gorontalo Unggul 2045.

Melalui forum tersebut diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan karakter di lingkungan kampus, sehingga nilai-nilai budaya Gorontalo tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan zaman. (FM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *