Annahdlah.com-Kab. Gorontalo – Sebanyak 85 peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dari berbagai daerah di Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi pertanian dan perikanan unggulan di Kabupaten dan Kota Gorontalo, Sabtu (21/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian PENAS XVII yang bertujuan memperkenalkan praktik pertanian, perikanan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkembang di Provinsi Gorontalo.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Kelompok Tani Organik Hutabohu di Kecamatan Limboto, kawasan pertanian kacang di Desa Ilihuwa, Kecamatan Limboto Barat, sentra budidaya ikan nila di Desa Lupoyo, serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato di Kota Gorontalo.
Di Kelompok Tani Organik Hutabohu, peserta mendapatkan informasi mengenai pengembangan pertanian organik yang diterapkan petani setempat. Sementara di Desa Ilihuwa, rombongan melihat langsung aktivitas budidaya kacang yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Lupoyo untuk menyaksikan pengelolaan budidaya ikan nila yang selama ini menjadi sumber penghasilan warga. Para peserta juga berdialog dengan kelompok pembudidaya terkait teknik pemeliharaan, pakan, hingga pemasaran hasil produksi.
Sedangkan di Kampung Nelayan Merah Putih Leato, peserta diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat pesisir serta berbagai program pemberdayaan nelayan yang dijalankan di kawasan tersebut.
Salah seorang peserta, Nurhamid, perwakilan KTNA Kalimantan Selatan, mengaku terkesan dengan berbagai potensi yang dimiliki Gorontalo, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
“Kami melihat banyak praktik baik yang bisa menjadi bahan pembelajaran. Mulai dari pertanian organik, budidaya kacang, perikanan air tawar, hingga pemberdayaan masyarakat nelayan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta dari daerah lain,” ujar Nurhamid.
Menurutnya, kunjungan lapangan seperti ini menjadi sarana efektif untuk bertukar pengalaman dan memperluas wawasan antarpelaku utama sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.
“Kami berharap apa yang kami lihat di Gorontalo bisa menjadi inspirasi dan diterapkan sesuai kondisi daerah masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti agenda utama PENAS XVII, tetapi juga memperoleh kesempatan mengenal lebih dekat potensi pertanian, perikanan, dan pemberdayaan masyarakat yang berkembang di Gorontalo.
Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring, mendorong pertukaran inovasi, serta meningkatkan kolaborasi antarpetani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. (FM)

#Pewarta: Fajar Mohi








