Saat “Upiya Karanji” Membawa Nama Gorontalo ke Panggung Nasional PENAS XVII

Nasional, Warta6 Dilihat

Annahdlah.com – Di tengah ribuan peserta yang memadati puncak Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di GOR David-Tony, Limboto, Rabu (24/6/2026), perhatian tidak hanya tertuju pada kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ada satu detail yang ikut mencuri perhatian dan menjadi perbincangan di sejumlah sudut arena kegiatan.

Detail itu adalah “Upiyah” (Kopiah) Karanji yang dikenakkan Presiden selama mengikuti rangkaian acara puncak PENAS XVII.

Pantauan di lokasi, Presiden Prabowo memasuki arena kegiatan dengan mengenakan penutup kepala khas Gorontalo tersebut. Di tengah lautan peserta yang datang dari berbagai provinsi, kopiah karanji seolah menjadi penanda bahwa Gorontalo tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga sedang memperkenalkan identitas budayanya kepada Indonesia.

Beberapa peserta tampak mengarahkan kamera telepon genggam saat Presiden melintas menuju panggung utama. Tidak sedikit yang memperbincangkan atribut khas daerah tersebut, terutama peserta yang berasal dari luar Gorontalo.

Momen itu menjadi semakin menarik karena terjadi dalam forum nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, hingga pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air. Di tengah pembahasan mengenai ketahanan pangan dan masa depan sektor pertanian Indonesia, simbol budaya Gorontalo turut hadir di panggung yang sama.

Kopiah karanji selama ini dikenal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Gorontalo. Penutup kepala tersebut kerap digunakan dalam kegiatan adat, penyambutan tamu kehormatan, maupun agenda resmi yang memiliki nilai budaya.

Ketika dikenakan oleh Presiden di hadapan puluhan ribu peserta PENAS, kopia karanji tidak lagi hanya menjadi bagian dari busana adat. Ia berubah menjadi simbol yang memperkenalkan Gorontalo kepada tamu-tamu dari seluruh Indonesia.

Sepanjang acara berlangsung, atribut tersebut tetap melekat di kepala Presiden saat mengikuti berbagai agenda utama. Dari tribun peserta hingga area tamu undangan, perhatian terhadap kopia karanji terlihat beberapa kali muncul dalam percakapan maupun dokumentasi yang dilakukan pengunjung.

Bagi masyarakat Gorontalo, pemandangan tersebut menghadirkan kebanggaan tersendiri. Sebab di tengah agenda nasional yang dihadiri Presiden, menteri, kepala daerah, dan puluhan ribu peserta, salah satu identitas budaya daerah mendapat tempat yang terlihat jelas di hadapan publik nasional.

Di antara berbagai rangkaian acara PENAS XVII, kopiah karanji yang dikenakan Presiden menjadi pesan sederhana bahwa budaya lokal tetap memiliki ruang untuk tampil dan dikenal lebih luas di panggung Indonesia. (FM)

Pewarta: Fajar Mohi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *