Annahdlah.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) resmi menggelar Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Mengusung tema besar “Menciptakan Wirausaha Muda Pemula Gorontalo yang Inovatif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”, acara yang berlangsung pada 29–30 September 2026 di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo ini direncanakan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah.
Kehadiran orang nomor dua di Provinsi Gorontalo tersebut menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis kepemudaan.
Langkah strategis ini juga didukung kuat oleh arahan Kepala Dinas Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, yang menekankan pentingnya adopsi teknologi digital dan inovasi produk agar para wirausaha muda mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Gorontalo.
“Kami ingin menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak muda. Pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi inkubasi awal untuk melahirkan entrepreneur tangguh yang siap menembus pasar nasional hingga internasional,” ujar Sultan Kalupe dalam arahannya.
Secara teknis, pelaksanaan kegiatan ini dikawal langsung oleh Kepala Bidang Pemuda Disparekrafpora Gorontalo, Muchlis S. Huntua. Ia menjelaskan bahwa selama dua hari intensif, para peserta dibekali materi komprehensif dari lintas sektor berskala nasional.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, Disparekrafpora menghadirkan jajaran narasumber dari forum kewirausahaan pemuda pusat yang memaparkan kebijakan strategis dan dukungan pembiayaan bagi wirausaha pemula, Kepala Bank Indonesia Gorontalo dan instansi terkait lainnya.
Dari sisi ilmiah, kaum akademisi turut andil membedah analisis peluang pasar dan tata kelola bisnis modern. Tidak kalah menarik, sesi berbagi pengalaman diisi oleh praktisi bisnis berpengalaman, Kadin Gorontalo, serta pengusaha sukses skala nasional yang membagikan strategi jatuh bangun membangun bisnis dari nol hingga mampu bersaing di pasar digital,
Langkah progresif ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu fokus utama pembangunan Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Fredy Ikhsan menyampaikan bahwa peserta kurang lebih 50 orang merupakan perwakilan instansi terkait kabupaten kota, Organisasi Kepemudaan dan Cipayung Plus, sesuai dengan uu kepemudaan berumur 16 – 30 tahun dan telah merintis usahanya minimal 3 bulan, maksimal 1 tahun.














