Jaga Marwah Organisasi Jelang Muktamar NU 35, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mengundurkan Diri

Nasional, Warta47 Dilihat

Annahdlah.com – Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 tahun 2026 mendadak memanas. Demi menjaga marwah, martabat, dan kesucian jam’iyah, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, KH. Burhanuddin Umar, secara mengejutkan menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Informasi mengenai pengunduran diri KH. Burhanuddin Umar sebagai Rais Syuriyah PWNU Gorontalo menjadi viral di kalangan Nahdliyin setelah surat resminya beredar luas melalui berbagai grup WhatsApp di lingkungan warga NU.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata beliau untuk menjaga marwah organisasi di tengah dinamika persiapan Muktamar ke-35 NU yang dinilai mulai keluar dari jalur tradisi luhur para pendiri.

Surat pengunduran diri tertanggal 26 Agustus 2026 tersebut ditandatangani langsung di Gorontalo dan telah dilayangkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta. Langkah ini diambil setelah melalui pertimbangan rohani yang mendalam demi kemaslahatan organisasi.

Dalam surat resminya, Kiai Burhanuddin memaparkan dua alasan utama di balik keputusan tersebut. Selain faktor kondisi fisik yang menurun sehingga perlu mengurangi aktivitas organisasi yang berat, beliau secara jujur menyuarakan kegelisahan moral yang mendalam terkait pergeseran nilai di tubuh NU menjelang forum tertinggi organisasi.

Secara terbuka, beliau mengkritik keras fenomena politik pragmatis, perebutan jabatan, hingga indikasi praktik politik uang (money politics) yang dinilai telah mengabaikan tradisi luhur, keikhlasan, dan akhlak para muasis (pendiri) NU.

Kiai Burhanuddin berharap langkah mundurnya ini dapat menjadi momentum muhasabah (evaluasi) bersama. Beliau menegaskan bahwa kekuatan, wibawa, dan marwah NU tidak terletak pada kedekatan dengan kekuasaan jangka pendek atau kekuatan struktural, melainkan pada keikhlasan, amanah, independensi ulama, serta kepercayaan jamaah.

“Demikian surat pengunduran diri ini saya sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” tulis dr. KH. Burhanuddin Umar dalam penutup suratnya.

Mundurnya tokoh ulama Gorontalo ini langsung memantik perhatian nasional. Sejumlah tokoh, termasuk Calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), turut memberikan atensi dan menyatakan keprihatinan mendalam atas tekanan serta situasi yang memicu mundurnya sang kiai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PBNU tengah berkoordinasi guna menyikapi pengunduran diri tersebut sekaligus menyiapkan mekanisme organisasi agar roda kepengurusan PWNU Gorontalo tetap berjalan kondusif menjelang Muktamar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *