Jalan Longsor di Desa Bakti Mulai Dikerjakan Warga Secara Gotong-Royong

Warta213 Dilihat

(Annahdlah.com) – Sudah 6 bulan  lamanya tak kunjung mendapat perhatian Pemerintah,  jalan yang amblas akibat longsor di Dusun Wangata Desa Bakti Kec. Pulubala Kabupaten Gorontalo, perbaikannya mulai dikerjakan warga secara bergotong-royong.

Hal itu terlihat saat warga dari Desa Bakti,  Otopade, Batulayar dan desa lainnya di Kec. Bongomeme secara sukarela mulai melakukan pekerjaan perbaikan jalan yang rusak parah akibat longsor yang terjadi pada musim penghujan bulan April 2026 yang lalu, Ahad (4/10/2026).

Salah seorang tokoh pemuda Desa Bakti,  Dedi Setiawan Machmud, menjelaskan, keterpanggilan warga untuk memperbaiki jalan ini berawal dari keresahan mereka akibat  perbaikannya  yang tidak kunjung terealisasi.

Padahal menurutnya, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo dan instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo sudah melakukan peninjauan terhadap lokasi dan kondisi jalan yang rusak. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki.

“Setelah ada peninjauan hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk turun tangan, terutama pengerjaan Bronjong untuk menahan abrasi” ujarnya.

Di sisi yang lain ungkap Dedi, warga masyarakat, terutama para petani yang mengangkut hasil-hasil pertanian sangat kesulitan, karena harus memutar arah dengan biaya angkutan yang dirasa cukup membebani.

“Olehnya, warga Desa Bakti dibantu oleh warga dari beberapa desa di Kecamatan Bongomeme, menginisiasi mulai melakukan perbaikan jalan ini secara sukarela” tandasnya.

Motivasi dan target utama warga ujarnya lagi, minimal dalam waktu dekat, ruas jalan ini sudah bisa dilalui oleh mobil roda 4 maupun mobil truck yang mengangkut hasil-hasil pertanian. Tidak heran jika dalam proses pekerjaan oleh masyarakat, para sopir angkutan dan sopir truck yang biasa melintasi jalan  ini, mengulurkan tangan secara tulus dan ikhlas  untuk membantu menyumbangkan material yang dibutuhkan seperti Semen, Batu dan Pasir.

Untuk itu, Sebagai warga Desa Bakti yang rumahnya tepat berada di depan lokasi jalan longsor, Dedi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga yang sudah terpanggil menghidupkan kembali semangat mohuyula atau bergotong-royong untuk memperbaiki jalan ini.

Meski demikian, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan perhatian khusus. Menurutnya, walaupun warga sudah turun tangan untuk bergotong-royong, namun badan jalan yang amblas mencapai kurang lebih 30-50 meter dengan kedalaman mencapai 20 meter membutuhkan biaya yang tidak sedikit  untuk pemasangan bronjong agar longsor di lokasi ini tidak terjadi lagi saat musim hujan tiba. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *