Melalui Pergelaran Sastra Lisan, KSBN Bone Bolango Jaga Identitas Budaya Daerah

Daerah, Warta66 Dilihat

 

Annahdlah.com – Bone Bolango, Upaya menjaga warisan budaya lokal terus dilakukan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Bone Bolango melalui pergelaran sastra lisan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Duano, Kecamatan Suwawa, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional khas Gorontalo, mulai dari Tanggomo, Tujai, Ohidu atau Legedo, Palebohu hingga Mohungguli. Sejumlah mahasiswa, dosen, pegiat budaya dan masyarakat turut hadir memeriahkan kegiatan itu.

Ketua KSBN Bone Bolango, H. Achril Y. Babyonggo, ST, M.Ec.Dev mengatakan pagelaran sastra lisan menjadi wadah penting untuk memperkenalkan kembali budaya Gorontalo kepada generasi muda yang kini mulai jarang mengenal tradisi daerahnya sendiri.

Menurutnya, sastra lisan memiliki makna yang lebih luas karena di dalamnya terkandung nilai pendidikan, sejarah, hingga pesan kehidupan yang diwariskan para leluhur.

“Budaya daerah harus terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat, terutama anak-anak muda. Jika tidak dirawat bersama, lambat laun bisa hilang tergerus perkembangan zaman,” kata Achril.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan lembaga pendidikan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Moch. Andri WP. menyampaikan pentingnya membangun kerja sama antar komunitas budaya agar gerakan pelestarian budaya di Gorontalo dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas.

“Kami ingin menyatukan berbagai gerakan kebudayaan yang ada di Gorontalo supaya saling terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.

Menurut Andri, Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang besar dan berpotensi menjadi identitas daerah yang dikenal secara nasional apabila terus dikembangkan secara serius.

Dukungan terhadap kegiatan itu juga disampaikan Staf Khusus Bupati Bone Bolango, Muchlis Uci Mile. Ia menilai pagelaran budaya seperti tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi tradisi lokal di tengah modernisasi.

“Saya mendukung penuh kegiatan pelestarian budaya seperti ini dan berharap bisa terus mendapat perhatian pemerintah daerah,” ucap Muchlis.

Pergelaran berlangsung dengan penuh antusiasme masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Selain menjadi hiburan budaya, kegiatan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga tradisi dan identitas daerah. (FM)

#Pewarta: Fajar Mohi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *