Dihadiri Suharso Monoarfa, The Presnas Center  Gelar Forum Dialog Kebangsaan dan Temu 100 Tokoh

Warta45 Dilihat

Annahdlah.com -The Presnas Center sukses menyelenggarakan Forum Dialog Kebangsaan dan Temu 100 Tokoh yang berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu, selain menjadi ajang silaturahmi komponen aktivis pembentukan Provinsi Gorontalo, juga menjadi wadah penting dalam merumuskan berbagai pemikiran strategis dan konstruktif tentang pembangunan di Gorontalo yang bewawasan kebangsaan.

Berbagai gagasan pemikiran yang mencuat semakin menarik, saat Suharso Monoarfa, tokoh nasional dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas periode 2019–2024 tampil sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, Suharso Monoarfa menyampaikan berbagai perspektif tentang pembangunan di Gorontalo yang masih harus terus didorong ke arah yang lebih baik lagi. Menurutnya, Gorontalo hari ini sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Hanya saja ke depan, terobosan-terobosan untuk meraih lompatan kemajuan masih sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Gorontalo yang lebih maju dan berkembang.

Di bagian lain Suharso Monoarfa menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada jajaran pengurus The Presnas Center yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum yang tepat dan penting untuk menyatukan pikiran serta menjadi wadah krusial bagi pemipinan di daerah dan tokoh masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina The Presnas Center Prof. Nelson Pomalingo dalam sambutannya, menyampaikan beberapa point penting yang menjadi fokus perhatian untuk mewujudkan pembangunan Gorontalo yang berkelanjutan. Diantaranya yang terkait dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Gorontalo melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu secara tegas menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan yang harus menjadi fondasi prioritas. Menurutnya, keberadaan sekolah SD dan SMP satu atap perlu terus dioptimalkan guna menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, sehingga akses pendidikan dasar dapat merata tanpa terkendala jarak dan infrastruktur. Demikian juga dengan pendidikan SMA dan kejuruan yang harus terus dikembangkan dan dikelola secara profesional dalam rangka peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat disatu sisi dan peningkatan kualitas SDM Gorontalo di sisi yang lain.

Tak hanya jalur pendidikan formal, mantan Bupati Gorontalo 2 periode itu, juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi sistem pendidikan non-formal seperti program Paket A, B, dan C. Jalur ini dinilai sangat strategis untuk memberikan kesempatan kedua bagi warga yang putus sekolah agar tetap memiliki kualifikasi serta keterampilan yang memadai. Dengan berjalannya sistem pendidikan formal dan non-formal secara selaras, taraf hidup dan kualitas SDM daerah diyakini dapat meningkat secara signifikan.

Selain sektor pendidikan, isu kesejahteraan dan ketahanan pangan di Gorontalo juga patut menjadi perhatian seluruh elemen di masyarakat. Prof. Nelson menegaskan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus bersinergi sehingga program ketahanan pangan nasional benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas. (NS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *